MAAFKAN maka akan SEHAT – Pengalaman Praktisi Kesehatan Holistik

MAAFKAN maka akan SEHAT – Pengalaman Praktisi Kesehatan Holistik

Seorang ibu datang ke tempat praktek dengan sederet keluhan penyakit.

Dari kolesterol, hipertensi, batu empedu dan pembengkakan empedu dan Fungsi Hati terganggu. Ditandai dengan hasil lab SGOT SGPT yang tinggi.

Berhubung bukan dokter. Bukan tugas saya untuk memberikan saran penanganan terkait penyakitnya ini. Apalagi untuk memberikan obatnya apa. Yang diminum maksudnya.

Tugas saya sebagai Praktisi Kesehatan Holistik adalah menemukan Akar Masalah dari penyakitnya

Yang sumbernya biasanya justru bukan dari aspek Fisik. Karena dalam konsep Kesehatan Holistik dimana Pikiran, Perasaan, Jiwa, Spiritual dan Tubuh adalah satu kesatuan utuh yang tidak terpisahkan.

Dan Tubuh hanya menerima akibat saja dari kerja pikiran dan perasaan kita.

Dengan melakukan diagnosa menggunakan kinesiologi dan pendalaman psikologi.

Muncullah masalah utama si ibu ini single parent dengan 3 anak yang ditinggalkan oleh suami tanpa simpanan dan nafkah bulanan untuk ketiga anak ini.

Ia merasa berat menjalani hidupnya. Ditinggal kan karena suami menikah lagi dengan wanita lain.

Kejadian ini sudah 10 tahun yang lalu. Tapi ternyata kejadian ini belum bisa lepas dari benak si ibu ini. Bahkan saat menceritakan tentang suaminya ini masih terasa getar emosinya.

Nuansa Kemarahan terhadap suaminya ini masih kental muncul dalam ekspresinya. Wajahnya mengeras dan napasnya semakin cepat, debar jantungnya semakin kencang.

Loh darimana bu Shinta tau. Inilah ilmu Kalibrasi dalam NLP.

Kesimpulan saya adalah Ibu ini belum bisa MEMA AFKAN dan MENGIKHLASKAN apa yang sudah terjadi

Coba sekarang sahabat ambil sebotol air mineral. Angkat dengan tangan anda sejajar dengan bahu anda. Pertahankan selama 1 menit saja.

Bagaimana rasanya? Kalau masih sanggup tambah jadi 3 menit bagaimana rasanya?

Pegal nggak? Banyak orang bahkan meletak kan begitu saja botol tersebut karena tidak kuat. Lebih dr 3 menit.

Nah bayangkan kalau masalah-masalah yang anda hadapi selama ini tidak anda lepaskan..anda bawa terus dalam diri anda. Bertahun-bertahun lagi. Kira-kira seperti apa ya organ-organ di dalam tubuh anda?

Kalo bicara energi. Namanya pikiran negatif. Apalagi perasaan negatif. Memiliki besaran nilai energi yang signifikan untuk membawa kerusakan.

Masih ingat hukum kekekalan energi? energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, ia hanya dapat berubah bentuk

Nah ketika energi negatif yang berupa pikiran dan perasaan negatif ini hadir dalam diri kita. Maka ini akan menjadi “pupuk” terbaik bagi sel-sel penyakit di dalam tubuh kita.

Membuat imunitas tubuh kita tidak mampu untuk menjalankan fungsinya dengan baik.

Bahkan menjadi penghalang untuk terciptanya homeostatis atau keseimbangan di dalam tubuh.

Muncullah dalam bentuk penyakit-penyakit di dalam tubuh.

Nah di diri si ibu. Kebetulan organ yang paling lemah dari dirinya adalah Hati yang berupa liver. Maka kemudian mempengaruhi kerja empedu. Padahal fungsi empedu adalah untuk membantu memecah lemak yang masuk dalam tubuh. Wajar bila kemudian kena kolesterol dan sebagainya.

Perlahan-lahan ibu ini saya terapi untuk melepaskan kemarahannya. Mengihlaskan apa yang terjadi.
Membingkai ulang semua even-even dalam kehidupannya.

Membantu ia memaknai ulang hidup ini dan semua kejadian yang menimpanya. Bahwa semua adalah “BUNGKUS PERMEN”

Bahwa dibalik bungkusnya ada tersimpan permennya yang sangaaat manis. Jika kita tetap mau bersabar. Dan menjaga 3 hal, Yaitu: 

1. Positif thinking
2. Positif feeling
3. Positif motivation ( spiritualitas )

Stop untuk BLAMING atau menyalahkan diri sendiri. Bangun konsep diri yang lebih baik.

Bahwa suami meninggalkan dirinya bukan karena ia sudah tidak berharga dan tidak menarik lagi sebagai wanita.

Tapi memang itulah kelemahan suaminya. Sebagai seorang manusia yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan.

Dan yang terakhir. Saya ajak ibu ini memasrahkan segalanya pada Tuham. SURRENDER Sepenuhnya.

Minta pertolongan pada Tuhan. Ketika kita sendiri pun tidak kuasa mengatur hati dan pikiran kita sendiri.

Temukan semua jawaban dari masalah-masalah ini dalam hati kita sendiri. Sebagai “pintu masuk” kita untuk berkomunikasi dengan Tuhan.

2 minggu kemudian ibu ini balik lagi. Dengan raut wajah yang lebih ringan dari kemarin.

Wajahnya sudah mulai bisa tersenyum dan tertawa berderai.

Sambil menunjukkan hasil lab. SGOT dan SGPT yang menunjukkan fungsi hati normal. Empedunya sudah tidak bengkak lagi. Dan kolesterolnya pun normal kembali. Tinggal hipertensinya yang masih sedikit diambang batas.

Duh bahagianya.

Semua PENYAKIT berasal dari diri kita sendiri. Dan obatnya pun ada dalam diri kita sendiri

Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Close Menu